Home / Berita / Satu Anggota KPPS 5 Hari Dirawat di RSUD

Satu Anggota KPPS 5 Hari Dirawat di RSUD

KOTAMOBAGU – Saat menjalankan tugas, satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, mengalami sakit.
Dia adalah Arfan Bado (39) Ketua KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 14 Kelurahan Molinow Kotamobagu Barat.
Hingga Selasa (23/04/2019), Arfan masih dirawat di Satu Ruangan Lantai Dua Gedung Tower Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu di Kelurahan Pobundayan Kotamobagu Selatan.
Arfan mengalami demam seperti gejala tifus dan hingga kini masih menunggu hasil tes darah kepastian penyakit apa yang dialaminya.
Arfan mengatakan sudah mengalami gejala-gejala demam pada hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 yakni pada Rabu (17/04/2019).
“Saat itu sudah jam 10 pagi. Saya sudah merasakan tidak enak badan. Saya katakan kepada istri bahwa saya sudah merasa sakit. Saya pegang hidung, terasa napas saya terasa panas. Saya pun pulang rumah dan minum obat,” ujar Arfan yang masih terbaring di tempat tidur kepada TribunManado.co.id.
Setelah itu karena tak mau melalaikan tugas, Arfan pun kembali lagi ke TPS untuk memantau dan melanjutkan proses pencoblosan.
“Lama kelamaan badan sudah mulai menggigil. Demam semakin terasa. Tapi saya berpikir tetap tak mau meninggalkan tugas,” ujar Arfan.
Pencoblosan pun selesai dan Arfan masih tetap bersikukuh.
Meski sakit tugas tetap dia jalankan dengan penuh tanggung jawab.
Dia masih memimpin.
Setelah pencoblosan, tahap selanjutnya adalah penghitungan suara.
Arfan masih merasa sakit.
Hujan pun turun sangat deras.
Kanopi di TPS Arfan roboh.
“Dengan rasa sakit demam, saya pun basah dengan hujan. Sudah basah nyaris tertimpa atap tenda TPS,” ujar Arfan.
Semua anggota KPPS dan petugas lainnya di TPS tampak panik.
Sepatu pun dilepas semua karena air sudah hampir mencapai lutut orang dewasa.
“Dengan kondisi tersebut, saya berpikir untuk mencari tempat alternatif lainnya. Saya mengeluh ke PPS, meminta bantuan. Sudah mencoba ke SD di Molinow tapi sedang tutup. Akhirnya dengan inisiatif TPS pun dipindahkan di samping rumah saya. Tak jauh dari TPS awal. Disana memang ada semacam tenda,” ujar Arfan.
Penghitungan suara pun tertunda, sebenarnya dimulai Pukul 15.00 Wita, jadinya sekitar jam 6 malam.
“Kami pun mulai menghitung. Saat sudah selesai untuk suara presiden dan wakil presiden. Rasa sakit semakin terasa. Saya pun sudah tidak boleh paksa. Rasanya mau roboh. Saya mohon izin kepada anggota KPPS lainnya, saya mau tidur sedikit. Dan dipersilakan,” ujar Arfan.
Arfan pun ke rumahnya yang hanya beberapa meter saja dari TPS alternatif.
Dia pun menghubungi dokter dan memeriksakan dirinya.
Hasilnya suhu tubuhnya sudah mencapai 40 derajat. Dokter memaksa saya dibawa ke rumah sakit.
Namun saya tetap bersikeras jangan dulu.
Karena saya masih bertugas,” ujar Arfan.
Arfan pun bertahan dengan beristirahat dirumah.
Tapi kata dia setiap beberapa menit dia terbangun dan keluar mengecek proses penghitungan suara di TPS.
“Tiap menit saya terus terbangun. Meski kepala terasa sakit. Saya tetap memaksakan diri agar tetap memantau TPS. Saya saat itu sampai muntah,” ujar Arfan.
Arfan mengatakan proses penghitungan suara berlangsung hingga keesokan harinya yakni 18 April 2019. “Nanti selesai pada Pukul 04.30 Wita (dini hari),” ujar Arfan.
Arfan mengatakan setelah itu dirinya masih di TPS menyelesaikan proses administrasi untuk menandatangani semua berkas karena dia adalah ketua KPPS.
“Nanti malamnya Pukul 19.30 Wita, akhirnya kondisi saya semakin memburuk. Saya pun pasrah dibawa ke rumah sakit. Sejak saat itu hingga hari ini saya masih dirawat dirumah sakit,” ujar dia.
Istrinya yakni Dewi Kartika Nading (38) terus menemani Arfan di rumah sakit.
“Memang suami saya bekerja keras. Tiga hari sebelum Pemilu siang malam suami saya mencari peralatan persiapan untuk pencoblosan. Dokter menyampaikan bahwa suami saya kelelahan. Namun saat ini sudah agak mendingan,” ujar Dewi.
Gunawan Ijom Humas RSUD Kotamobagu mengatakan pasien tersebut masuk rumah sakit sejak 18 Apr 2019.
“Dia sudah dirawat dengan baik dan sudah ada perubahan. Insyaallah besok sudah diperbolehkan pulang,” ujar dia.
Mengetahui hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu mengatakan akan mengunjungi Arfan dan memberikan bantuan.
“Kami akan mengunjungi dan memberikan bantuan. Selanjutnya kami juga akan mendata semua penyelenggara yang sakit baik PPS, KPPS, maupun PPK,” ujar Zulkifli Kadengkang Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. (Handhika Dawangi)

Sumber www.tribunmanado.co.id

About Admin KPU KK

Check Also

Pemenang Pilpres 2019 Ditetapkan

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) …