Home / Berita / Jadi Model Pemilu Dunia

Jadi Model Pemilu Dunia

MANADO – Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 tinggal 36o jam lagi. Berbagai persiapanpun dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara berjenjang.
“Sebagai penyelenggara kami siap melayani apa yang menjadi kebutuhan pemilih dalam pemilu kali ini,” tegas Viryan Azis, Komisioner KPU RI saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah KPU Provinsi Sulawesi Utara, KPU Kabupaten/Kota dengan pengurus partai politik, stakeholder serta Forkopimda se-Sulawesi Utara di Manado Convention Center (MCC) Manad0, Selasa (02/04/19).
Menurut Viryan, KPU secara berjenjang sudah siap untuk melaksanakan tahapan akhir, yakni pemungutan suara. “Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran KPU untuk senantiasa membuka ruang koordinasi maupun komunikasi dengan siapa saja terkait dengan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019.”
Hal ini, kata Viryan sangat penting dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 yang transparan, damai dan luber jurdil. “Dalam beberapa kali kesempatan kami menyampaikan penting didukung terkait keseragaman dan pemahaman yang sama terkait regulasi Pemilu Serentak yang pertama kali kita selenggarakan.”
Viryan mengatakan Indonesia memiliki 192 juta lebih pemilih dengan 89 ribu lebih tempat pemungutan suara (TPS). “Coba bayangkan di negara mana yang mampu menyelenggarakan pemilu yang hanya dalam sehari dilaksanakan dan hasilnya sudah bisa diketahui, meski belum secara resmi. India dan lain-lain yang memiliki pemilih terbanyak pelaksanaan pemilunya tidak seperti kita.”
Tak hanya itu, masih kata Viryan, direncanakan sebanyak 170 delegasi dari dunia akan siap menyaksikan langsung jalannya Pemilu Setentak Tahun 2019. “Kuncinya kita sudah sangat transparan dan terbuka dalam hal pelaksanaan seluruh tahapan Pemili 2019. KPU bahkan secara sadar serta terbuka kepada semua kalangan untuk bersama-sama terlibat dalam Pemilu 2019. “Kita jadi rule model Pemilu di dunia.”
Tujuan acara tersebut sebagaimana disampaikan Ardiles Mewoh, Ketua KPU Sulawesi Utara dalam rangka penyamaan persepsi dan pemahaman pemilu antara penyelenggara dengan stakeholder serta Forkopimda. “Kami juga mengundang Bawaslu secara berjenjang, agar dicapai target kesamaan pemahaman dimaksud, terutama yang terkait dengan regulasi atau aturan yang berlaku di pemilu sekarang ini.”
Bahkan Ardiles menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Viryan bahwa sesama penyelenggara jangan sampai terjadi ego masing-masing. “Kami di internal KPU juga sudah meminta untuk senantiasa berkoordinasi dan komunikasi terkait apa saja. Kalau tidak ada titik temu atau tidak bisa dipecahkan di tingkat bawah, sampaikan permasalahannya ke kami di provinsi dan seterusnya secara berjenjang. Karena keberhasilan pemilu adalah kesuksesan semua pihak, bukan hanya KPU atau Bawaslu saja.”
Yang paling penting dari semua itu, Ardiles mengutip apa yang diistilahkan Viryan sebagai “Messi” yaitu terus melayani dan bersinerji, menghormati pemilih sesuai dengan posisinya apakah itu DPT, DPTb atau DPK. “Semua ada aturanya dan harus ditaati.”
Di acara tersebut KPU Kota Kotamobagu mengirimkan empat komisionernya, yakni; Iwan Manoppo, Asep Sabar, Yokman Muhaling dan Adrian herdi Dayoh. (***)

About Admin KPU KK

Check Also

Wawali Ajak Rakyat Memilih

KOTAMOBAGU – Sehari jelang Pemilu serentak 2019 segala persiapan terus dilakukan bukan hanya Komisi Pemilihan …